Langsung ke konten utama

Keutamaan Mantram Gayatri

Video Alunan Indah Mantra Gayatri Umat Hindu Kaharingan



Mantra Gayatri pertama kali dicatat dalam Rig Veda dan ditulis dalam bahasa Sansekerta sekitar 2500 hingga 3500 tahun yang lalu. Mantra Gayatri terdiri dari dua puluh empat suku kata yang disusun dalam rangkap tiga dari delapan suku kata. Melafalkan Mantra Gayatri tidak hanya memberikan kesucian kepada pelantun tetapi juga pendengarnya.

Oс╣Г bh┼лr bhuvaс╕е svaс╕е

Tat savitur vareс╣Зyaс╣Г

Bhargo devasya dh─лmahi

Dhiyo yo naс╕е pracoday─Бt

– Rigveda 3.62.10

Arti:

Ya Tuhan Pencipta tiga loka ini, 

Engkaulah sumber segala cahaya, 

Engkau sumber kehidupan, 

Pancarkanlah pada budhi nurani ini sinar-Mu yang maha suci.

Original Text: https://en.wikipedia.org/wiki/Gayatri_Mantra, Translation: https://dharmadana.id/manfaat-mantra-gayatri/

1. Mengapa Mantra Gayatri Dilantunkan?

Diyakini bahwa dengan mengucapkan mantra Gayatri, Anda mencapai kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup Anda. Dengan melantunkan Mantra Gayatri secara teratur, seseorang dapat dengan kuat membangun dan menstabilkan pikiran. Mantra adalah pernyataan penghargaan, baik untuk matahari yang memelihara dan Yang Maha Kuasa.

2. Siapakah Gayatri?

Dewi Gayatri juga disebut "Veda-Mata" atau Ibu dari Weda - Rig, Yajur, Sama dan Atharva Weda. Dewi Gayatri dikenal pula sebagai Dewi yang menghilangkan kegelapan dengan memberikan cahaya dalam pikiran kita.

3. Apa manfaat melafalkan Mantra Gayatri?

  • Nyanyian Mantra Gayatri secara teratur meningkatkan konsentrasi dan pembelajaran
  • Hal ini dipercaya dapat mengeluarkan racun dari tubuh
  • Meningkatkan pernapasan dan fungsi sistem saraf
  • Membuat jantung Anda tetap sehat dan menghilangkan hal-hal negatif
  • Nyanyian Mantra Gayatri menenangkan pikiran
  • Mengurangi stres dan kecemasan

4. Kapan waktu terbaik untuk melantunkan Gayatri Mantra?

Menurut Veda, waktu memiliki tiga kualitas: satva, rajas, dan tamas. (Kemurnian, gairah dan kelambanan)

  • 4 pagi hingga 8 pagi dan 4 sore hingga 8 malam memiliki kualitas satwika
  • 8 pagi sampai 4 sore adalah rajasika
  • 8 malam dan 4 pagi adalah tamasika

Satwika adalah waktu terbaik untuk mengucapkan mantra Gayatri. Oleh karena itu, Mantra Gayatri harus dibaca antara jam 4 pagi sampai jam 8 pagi dan jam 4 sore sampai jam 8 malam.

Sumber: https://timesofindia.indiatimes.com/religion/mantras-chants/meaning-and-significance-of-the-gayatri-mantra/articleshow/75065013.cms 

Terjemahan: Kemuning Bali & Nyanyian Hindu Nusantara

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sosok Bapak Sugi Lanus, ahli Filologi, pakar Lontar & ahli Sansekerta di Indonesia

Berpedoman Lontar Jawa Kuno Memperjuangkan Hindu Secara Nasional Tulisan Bapak Sugi Lanus, ahli Filologi, pakar Lontar & ahli Sansekerta di Indonesia Semoga bermanfaat karena berbagi kebaikan takkan pernah merugi dan selalu beruntung. Belajar sejarah itu selalu menarik...termasuk memahami perjalanan Hindu Bali Terimakasih untuk Bapak Sugi Lanus atas kejernihan tulisannya dengan database histori yang kuat.ЁЯЩПЁЯЩПЁЯЩП BERPEDOMAN LONTAR JAWA KUNO MEMPERJUANGKAN HINDU SECARA NASIONAL Tulisan di bawah ditulis oleh seorang pakar restorasi lontar, budayawan dan sangat baik untuk dibaca bagi penyuka sejarah dan pencari kebenaran... Berdasar pada sumber sejarah valid dan bukan katanya-katanya. ====================================== by Sugi Lanus September 1, 2020 — Catatan Harian Sugi Lanus, Anggar Kasih Julungwangi, 1 September 2020 Saya menulis ini untuk sekedar pembuka ingatan kembali, bahwa generasi kakek atau buyut sebelum kemerdekaan menjadi Hindu di Jawa, Lombok, dan Bali, mereka berkit...

Wirama Rajani/Mandamalon

  ᭛см▓᭄смвᬸсмвᬶсмжᬶсмнсмвсмж᭄смвᬸсмоᬸсм▓᭄см▓ᬶсмжсм│ᬸсмнсмж᭄смзсмнсмлᬵᬃсмгсм░ᬶсмп᭞ смЕсмжсмУᬸсм│ᬸсмпᬸсм▓᭄смУсмвᭀсмжсмкᬶсмлсмвсмж᭄смв᭄смвсмв᭄смлᬸсмж᭄смвсмУсмйᬾᬄ᭞ см│смжсмзсмЧсмжᬸсмХ᭄смнсм│смЧ᭄смУ᭄смпсмШсмдᬸсм░смУ᭄смвᬶсмпᬶсмжᬶсмл᭄смйсм░смн᭞ смзсм░ᬸсмзсмвᬶсм░ᬵсм▓᭄смв᭄смнсмУсм▓᭄смвᬸсмзсмЧсмнсмж᭄сммсмжᬶсм│смж᭄смпᬸсмосмвᬶ᭛ Stutinira tan tulus sinahuran param─Бrс╣нa ┼Ъiwa, Anaku huwus katon abimantanta temunta kabeh, Hana panganugrahangkwa Cadu┼Ыakti winimba ┼Ыara, Pa┼Ыupati ┼Ы─Бstra kastu pangaranya nihan wulati. смпᬸсмпᬸсм▓ᬶсмнсм▓ᬂсм│᭄сммсмЧᬶсм░᭄смпсмнсмлᬶсмЪᬶсмо᭄смвсмЧсмзᬸсмм᭄‌смнᬶсмвсмЧсмж᭄᭞ смпсмпсмЧсм░смнᬶсмнсмУᬵсмвсмнсмлсмЧᬶсмб᭄смеᬶсмвсмУᭂсмж᭄смпсмнсммᬂ᭞ смвᬶсмжсмнᬶсмлсм▓ᬂсмесмжсмЬ᭄смЪсммсмвᬶсмУᬂсм░смнсм▓ᬹсмУ᭄см▒᭄смлсмвᬶсмУ᭞ смЧсмжсмосм░смнᬶсмнсм▓ᬵсмв᭄смлсмУсмосмпсмж᭄смпсмнсммᬂсмпᭂсмУсм▓смж᭄᭛ Wuwus ira Sanghyang I┼Ыwara mijil tang apuy ri tangan, Wawang asar─йra k─Бtara mangindhitak─Ыn warayang, Tinarima Sang Dhana├▒jaya tikang sara s┼лksma tika, Nganala sar─лra s─Бtmaka lawan warayang wekasan. смУᬺсмвсмпсмнсм▓ᬂсмесмжсмЬ᭄смЪсммсмлсмжᭂсмл᭄смйсм│смвᬶсмзᬺсмбсмв᭞ смзᬶсмжᬶсм▓смоᬶсмжсмж᭄смосмнсм▓᭄смлсмУᬸсмЭсмвсмж᭄см│смжсмУсмосм│смоᬄ᭞ смпᬶсмжсмнсмпсмнᬄсм▓ᬶсмнᬾсмЧсмЪᬶсмдсмжᬸᬃсмесмнсм░см▓᭄смв᭄смнсмУсмйᭂᬄ᭞ смУᬺсмвсм▓смлсммсмзᬺсммᭀсмХсмдсмдᬶсм▓ᬹсмУ᭄см▒᭄смлсмксмЭсмнсм░ᬶсмп᭛ Kretawara Sang Dana├▒jaya manembah hati praс╣Зata, Pinisalinan laras maku╚Ыa tan hana kalah alah, Winara warah sir├йng aji danur dhara s─Бstra kabeh, Kr─Ыta samayang prayoga dadi s┼лksma Bhat─Бra ├Зiwa. см▓см│см▓ᬸ...

Babad Brahmana Keling

Babad Brahmana Keling atau Purana Pura Gunungsari Babad Brahmana Keling terdiri atas 11 lembar GG lontar. Babad itu bercerita tentang kisah perjalanan Brahmana Keling ketika beliau meninggalkan gunung Bromo pergi ke Bali untuk bertemu dengan kerabatnya yaitu Dalem Watur Enggong yang menjadi raja Gelgel. Sesampainya beliau di Gelgel beliau tidak bisa menemukan raja karena raja Gelgel sedang berada di Besakih. Keberadaan raja Gelgel di Besakih dalam rangka melaksanakan yadnya Nangluk Merana. Karena Brahmana Keling tidak bisa bertemu dengan raja Gelgel maka beliaupun pergi menuju Besakih.  Ketika sampai di Besakih Brahmana Keling memberitahu rakyat Besakih bahwa kedatangan beliau hanya ingin bertemu dengan raja Gelgel karena beliau masih terhitung kerabatnya. Rakyat yang ditanyai beliau segera melaporkan kepada patih Agung bahwa ada seorang gila yang mencari sang raja. Patih Agung segera menemuinya dan melihatnya. Dalam pikiran patih Agung tidak mungkin raja memiliki keluarga gila. Be...