Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2023

Ida Sangkhya Sang Brahmana Keling

  "Ong Awighnam Astu Namo Siddham.. Ong Sarwwa Wighna Winasanam" Mogi tan kakeneng upadrawa. Akasamaning ulun Paduka Bhatara. ------ Aku adalah Ida Sangkhya, sang Brahmana Keling. Aku adalah putra dari Danghyang Kayumanis. Asrama (Grha) ku di Keling, Jawadwipa. Aku pernah mendengar keindahan Bali Dwipa, kemakmurannya yang luar biasa, karena diperintah oleh saudaraku, Sri Waturenggong yang menjadi Raja Bali. Ketika itu pula, pamanku Danghyang Nirartha ada di Bali sebagai Purohita (pendeta kerajaan) mendamping Sri Waturenggong. Lengkaplah sudah Bali dipimpin raja dan pendeta utama yang tiada tara. Maka dari itu, aku ingin sekali mengunjungi mereka berdua di Bali. Saat aku tiba di Bali, di palebahan Istana Sweca Pura, Gelgel.. aku tak menjumpai Sri Waturenggong dan pamanku Danghyang Nirartha ada disana. Oleh penjaga istana, beliau berdua sedang ada di Pura Agung Besakih, mempersiapkan upacara besar Nangluk Merana. Segeralah kususul mereka, rinduku kepada saudara dan pamanku tak ...

PASU-YAJNA DALAM KESUSASTRAAN WEDA

 *BENARKAH UPACARA KURBAN SUCI BINATANG (PASU YAJNA) DALAM AGAMA HINDU, BUKAN AJARAN WEDA ?* *APAKAH MECARU DALAM UPACARA UMAT HINDU DHARMA INDONESIA MERUPAKAN BAGIAN DARI PASU YAJNA DALAM KITAB SUCI WEDA SEBAGAI OTORISASI TERTINGGI DALAM AGAMA HINDU ?* *Hasil Bedah Buku " PASU - YAJNA DALAM KESUSASTRAAN WEDA " karya Drs. Ida Bagus Putu Suamba, MA., Ph.D*. ************* *PASU-YAJNA DALAM KESUSASTRAAN WEDA* Buku ini menguraikan secara jelas konsep, struktur, prosedur dan detail mengenai yajna yang diuraikan di dalam Weda di mana sumber pertama yajna terdapat dalam Rg Weda yang merupakan sumber tertua Kitab Suci Agama Hindu dan Kesusastraan Weda di mana kitab kitab yang di golongkan kedalam Brahmana, Grhiha-sutra, Sautra-sutra dan Dharma-sutra membahas detail Yajna.  Yajna membentuk bagian yang sangat penting dari kitab suci Weda yang berasal dari kata "yug" berarti mempersembahkan atau "yac" berarti meminta, memohon. Jadi yajna berarti ritual di mana perse...

Babad Brahmana Keling

Babad Brahmana Keling atau Purana Pura Gunungsari Babad Brahmana Keling terdiri atas 11 lembar GG lontar. Babad itu bercerita tentang kisah perjalanan Brahmana Keling ketika beliau meninggalkan gunung Bromo pergi ke Bali untuk bertemu dengan kerabatnya yaitu Dalem Watur Enggong yang menjadi raja Gelgel. Sesampainya beliau di Gelgel beliau tidak bisa menemukan raja karena raja Gelgel sedang berada di Besakih. Keberadaan raja Gelgel di Besakih dalam rangka melaksanakan yadnya Nangluk Merana. Karena Brahmana Keling tidak bisa bertemu dengan raja Gelgel maka beliaupun pergi menuju Besakih.  Ketika sampai di Besakih Brahmana Keling memberitahu rakyat Besakih bahwa kedatangan beliau hanya ingin bertemu dengan raja Gelgel karena beliau masih terhitung kerabatnya. Rakyat yang ditanyai beliau segera melaporkan kepada patih Agung bahwa ada seorang gila yang mencari sang raja. Patih Agung segera menemuinya dan melihatnya. Dalam pikiran patih Agung tidak mungkin raja memiliki keluarga gila. Be...