Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tokoh

LONTAR SAIVA SIDDHANTA TERTUA

LONTAR SAIVA SIDDHANTA TERTUA Ini adalah salah satu manuskrip LONTAR Sansekerta tertua, bertahun 828 Masehi, ditemukan di Nepal, sekarang disimpan di Cambridge University Library.  LONTAR ini berisi ajaran Hindu, lebih khusus yang terkait Siwa, Saiva Siddhanta, sebuah ajaran Tantra Esoterik, berisi beberapa ayat Yajurveda. Menarik untuk membandingkan Saiva Siddhanta di Bali dan Nepal. Tulisan di bawah ini sedikit bercerita tentang Hindu di Nepal, negeri ditemukannya manuskrip tersebut. ----------((((()))))))------------ *HINDU BALI LEBIH MIRIP HINDU NEPAL* — _Catatan Harian Sugi Lanus, 2 Juni 2022._ Oleh *Sugi Lanus* Saya sepakat 1000% dengan pendapat yang mengatakan bahwa praktek beragama dan ritual Hindu Bali ya Hindu Bali, berbeda dengan Hindu di India.  Tetapi, jika ada pertanyaan kenapa Hindu Bali berbeda dengan Hindu India? Saya akan mengajak si penanya untuk “jalan-jalan” ke Nepal. _*Kenapa ke Nepal?*_ Dengan membandingkan Hindu di Nepal dan Hindu di India, kita akan pa...

HINDU BALI MURNI DARI BALI?

*HINDU BALI MURNI DARI BALI?* — _Catatan Harian Sugi Lanus, 27 Mei 2022._   Oleh *Sugi Lanus* 1. Ada kabar yang mengatakan terdapat sekelompok masyarakat Bali yang berkeyakinan (berspekulasi) bahwa ajaran Hindu Bali adalah *ORIGINAL* atau “murni Bali”. Kepada kelompok ini perlu diajukan beberapa pertanyaan yang sekiranya perlu direnungkan dan pelajari sebelum dijawab: — *Mpu Kuturan* yang dipercaya sebagai pembawa ajaran dan peletak dasar kahyangan tiga di Bali berasal dari mana? — *Sapta Rsi* yang diakui sebagai leluhur Gotra Pasek berasal dari mana? — *Dang Hyang Nirartha* yang menjadi tokoh restorasi besar keagamaan Hindu Bali berasal dari mana? — *Dang Hyang Astapaka* yang secara teks diakui sebagai pewaris silsilah DIKSA BUDDHA-MAHAYANA di Bali berasal dari mana? 2. Semua lontar-lontar yang menyebutkan *MPU KUTURAN*, dengan sangat jelas memberi informasi bahwa Mpu Kuturan berasal dari Maspait atau Maospait, Jawa — harap dibedakan antara Maospait/ Maspait dan Majapahit. Mpu Kut...

BACAAN WAJIB PENDETA HINDU BALI

 *BACAAN WAJIB PENDETA HINDU BALI* Oleh *Sugi Lanus* _[Catatan Harian Sugi Lanus, 16 Pebruari 2021]_ 1. *Kependetaan Hindu Bali sangat jelas bacaan wajibnya.*  Artinya, punya pedoman kependetaan, dasar etika, pengetahuan dasar yang harus dimiliki, dan harus memiliki kemampuan standar yang harus dikuasai dengan baik sebelum seorang calon pendeta di-diksa oleh Nabe-nya. Jika tidak punya pengetahuan lewat bacaan wajib seorang calon pendeta lalu di-diksa oleh seorang Nabe, maka Nabe tersebut masuk kategori *NENTEN MANUT SASANA — MELANGGAR ATURAN-SASANA KEPENDETAAN*. Demikian disebut dalam lontar *RSI SASANA*. Jadi, jelas antara bacaan wajib, kemampuan dasar, serta persyaratan lainnya, harus dikuasai oleh seorang calon pendeta Hindu Bali. Tidak bisa sama sekali seseorang "ujug-ujug diksa" oleh seorang NABE (pendeta guru senior). 2. *Kependetaan Hindu yang mana? Kapan? Pedoman yang mana dimaksud punya kejelasan?* Yang saya uraikan adalah pendetaan *dwijati* di masa sebelum kemerdek...

Surat Terbuka Bapak Sugi Lanus untuk PHDI Terkait Diksa

SURAT TERBUKA UNTUK PENGURUS PARISADA TERKAIT DIKSA Surat terbuka disampaikan secara pribadi oleh Sugi Lanus  untuk dibaca Pengurus Parisada versi manapun. Om Awignamastu Dari tahun 1996 saya memantau perkembangan Parisada sebagai reporter/penulis dan mahasiswa yang berkecimpung dengan teks kependetaan dan sastra Jawa Kuno, terkhusus menyangkut topik DIKSA. Menurut pengamatan saya:  Salah satu biang kerok berulangnya kekusutan di tubuh Parisada adalah kedangkalan literasi sebagian besar pengurus Parisada terkait DIKSA. Ini bisa dimaklumi karena latar belakang profesi pengurus Parisada 30 tahun belakangan memang sebagian besar tidak berlatar belakang pendidikan agama, atau tidak berasal dari lingkar kependetaan tradisional, tetapi perlu tetap diapresiasi memang rata-rata berdasar niat berani tulus-ngayah, sekalipun memang tidak menguasai prihal DIKSA. Hal ini sangat berbeda dengan komposisi pengurus Parisada di era Piagam Campuhan dan parisada sebelum tahun 1980-an. Akar lain k...

Ida Pedanda Gede Wayan (Wayahan) Sidemen

  Ida Pedanda Gede Wayan (Wayahan) Sidemen Menolak Lupa Ida Pedanda Gede Wayan (Wayahan) Sidemen adalah Pati TNI AD yang out of mainstream dan berjasa dalam mendirikan banyak Pura Baru. Pura Jagatnatha Denpasar adalah tidak luput dari peran dan jasa beliau sang Mahatma. Tidak berlebihan jika penulis sematkan bahwa beliau salah satu peletak dasar reformasi untuk kemajuan Hindu.   Beliau dikatakan sebagai pelopor dalam banyak bidang. Beliau adalah Kepala Pembinaan Rohani Hindu Kodam XVI Udayana dengan waktu itu berpangkat Letnan Satu Tituler. Beliau adalah Sulinggih Pertama yang berani memakai seragam militer. Hal ini mengundang protes Raja Badung dan Paruman Sulinggih di Denpasar. Awalnya jabatan ini diberikan kepada Ida Pedanda Made Kemenuh, di Singaraja. Tetapi Beliau menolak karena harus berpakaian seragam militer. Beliau menjadi Ketua Parisada Hindu Bali (sekarang Parisada Hindu Dharma Indonesia) yang pertama. Beliau yang mengusulkan agar dibangun Pura Jagatnatha di Kota De...

AJARAN WEDA SANGAT MENGHORMATI BUDAYA LOKAL

AJARAN WEDA SANGAT MENGHORMATI BUDAYA LOKAL  Oleh : Ida Pedanda Gede Made Gunung Mengangkat dan Memaknai dengan Tattwa Saya mempunyai pengalaman yang sangat indah, sewaktu saya dapat kesempatan berpergian keluar negeri, yaitu ke negeri Bharata (India). Di awal pikiran saya membayangkan bahwa saudara umat Hindu di India di dalam melaksanakan ajaran agamanya, sama dengan tata cara kita melaksanakan ajaran Agama Hindu di Bali. Ceritanya begini; Hari pertama saya sampai di India, sore harinya rombongan saya diajak mengikuti upacara penghormatan kepada Dewi Gangga, tempatnya di Hari Dwar tepat di pinggir sungai gangga. Semua anggota rombongan sangat setuju termasuk saya. Singkat cerita, sampailah di tempat upacara akan dilaksanakan. Saya sendiri jadi bingung, karena satu pun alat-alat upacara yang seperti di Bali tidak bisa saya temui. Untungnya saya tidak nanya kesana kemari atas perbedaan yang saya lihat. Jadi saya diam saja mengamati dan mengikuti sesuai dengan petunjuk yang di kuman...

Ida Bhetara Lebar Ida Pedanda Gde Made Keniten (1908-1998) Sang Wreddha Pandita Subrata

 Ida Bhetara Lebar Ida Pedanda Gde Made Keniten ( 1908-1998) Sang Wreddha Pandita Subrata "Jroning Wwe parimana nala gaganging tunjung dawut kaweruhi/ Yan ring jatikula pracara winaya mwang sila karmenggita/ Yan ring Pandita ring ksama mudita santosapeksa ris mardawa/ Sang sastra jnana wuwusniramreta padanyangde satusteng praja// Untuk mengetahui dalamnya air, dapat dilakukan dengan mencabut batang teratai/ Kebangsawanan seseorang nampak pada tingkah laku dan tabiatnya/ Tanda seorang Wiku/ Pandita adalah kesabarannya, keiklasan, kedamaian, serta ketenangannya/ Sedangkan seorang yang telah mumpuni dalam pemahaman Sastrasuci agama kata-katanya bagaikan Amerta ( air  suci kehidupan) yang senantiasa menyenangkan masyarakat// Kakawin Nitisastra 1.6  Perjalanan hidup seorang Pandita memang penuh nilai-nilai spiritual. Untuk mengungkapkannya diperlukan pengetahuan yang luas serta mendalam tentang dunia kependetaan. Seorang Pedanda adalah seorang  Sadhaka artinya dia yang me...