Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Upadesa

BACAAN WAJIB PENDETA HINDU BALI

 *BACAAN WAJIB PENDETA HINDU BALI* Oleh *Sugi Lanus* _[Catatan Harian Sugi Lanus, 16 Pebruari 2021]_ 1. *Kependetaan Hindu Bali sangat jelas bacaan wajibnya.*  Artinya, punya pedoman kependetaan, dasar etika, pengetahuan dasar yang harus dimiliki, dan harus memiliki kemampuan standar yang harus dikuasai dengan baik sebelum seorang calon pendeta di-diksa oleh Nabe-nya. Jika tidak punya pengetahuan lewat bacaan wajib seorang calon pendeta lalu di-diksa oleh seorang Nabe, maka Nabe tersebut masuk kategori *NENTEN MANUT SASANA — MELANGGAR ATURAN-SASANA KEPENDETAAN*. Demikian disebut dalam lontar *RSI SASANA*. Jadi, jelas antara bacaan wajib, kemampuan dasar, serta persyaratan lainnya, harus dikuasai oleh seorang calon pendeta Hindu Bali. Tidak bisa sama sekali seseorang "ujug-ujug diksa" oleh seorang NABE (pendeta guru senior). 2. *Kependetaan Hindu yang mana? Kapan? Pedoman yang mana dimaksud punya kejelasan?* Yang saya uraikan adalah pendetaan *dwijati* di masa sebelum kemerdek...

Om Swastyastu dan Swastika

Om Swastyastu dan Swastika  Percakapan Rsi Dharmakirti dengan Sang Suyasa Maka tersebutlah seorang Guru Suci bernama Rsi Dharmakirti tinggal di Asrama Jagadhita yang terkenal pengetahuan dan laksananya dalam kebenaran yang tinggi yaitu pengetahuan suci dari Weda-Weda. Pada suatu hari datanglah sang Suyasa, seorang sisya berkunjung untuk mendapatkan pengetahuan suci dan terjadilah percakapan antara guru dan sisyanya. Sang sisya dengan sikap yang amat tertib yaitu menundukkan kepala, dengan dua tangan tercakup di dada (cakuping kara kalih) mulai matur dengan panganjali "Om Swastiyastu". Sang Guru mendengar dan menjawab dengan "Om Shanti, Shanti, Shanti" dan mempersilakan sang suyasa duduk bersila di hadapannya. Setelah keduanya duduk dan Rsi Dharmakirti menanyakan kedatangannya maka sang suyasa mulai umatur dengan cakupan tangan tetap di dada.  Umatur sang Suyasa: Oh Guru suci yang hamba muliakan, maafkanlah keberanian hamba yang datang ke hadapan guru untuk memohon p...