Pengertian Tabuh Lelambatan Klasik Pegongan
Pengertian Lelambatan berasal dari kata Lambat yang berarti pelan yang mendapat awalan Le dan akhiran an kemudian menjadi Lelambatan yang berarti komposisi lagu yang dimainkan dengan tempo dan irama yang lambat/pelan. Tambahan kata Pegongan pada bagian belakang kata Lelambatan sebagai penegasan pengertian bahwa gending-gending lelambatan klasik pagongan adalah merupakan repertoar dari gending-gending yang dimainkan dengan memakai barungan gamelan Gong. Gamelan Gong yang dimaksud adalah gamelan-gamelan yang tergolong dalam kelompok barungan yang memiliki Patutan Gong. Patutan adalah merupakan istilah yang dipergunakan untuk menyebutkan tangga nada (laras) gamelan Bali yang mempergunakan laras pelog 5 (lima) nada.
Dari uraian di atas, dapat ditarik suatu pengertian bahwa Tabuh Lelambatan Pagongan adalah suatu bentuk komposisi tetabuhan klasik yang mempergunakan gamelan yang berlaras pelog lima nada.
Diantara barungan gamelan yang berlaras pelog lima nada, yang biasanya dipergunakan untuk menyajikan tabuh-tabuh lelambatan adalah gamelan Gong Gede dan Gamelan Gong Kebyar. Dari kedua barungan tersebut secara khusus tabuh-tabuh lelambatan adalah merupakan repertoar dari barungan Gamelan Gong Gede.
Sebagai sebuah komposisi karawitan klasik, keberadaannya tentu sudah cukup lama dalam blantika musik tradisional Bali, namun demikian hingga saat ini belum ada data akurat yang mengungkap awal mula keberadaan tabuh-tabuh lelambatan klasik pegongan.
Namun demikian, sebagai bagian dari repertoar gamelan Gong Gede, keberadaan gamelan tersebut dapat dipakai acuan sementara terkait dengan awal mula keberadaan komposisi-komposisi tabuh lelambatan tersebut. Gamelan Gong Gede diduga mengalami puncak perkembangannya pada abad ke XVI-XVII yaitu pada masa pemerintahan Dalem Waturenggong. Raja sebagai patronase pada waktu itu menunjukkan supremasinya melalui pembinaan berbagai bentuk kesenian termasuk diantaranya gamelan Gong Gede (Astita dalam Mudra, 1995:120). Abad tersebut dianggap sebagai jaman keemasan kesenian Bali, dimana pada waktu itu banyak bermunculan berbagai jenis seni pertunjukan tradisional baik berupa tari, karawitan dan pewayangan.
Di masyarakat gamelan ini memiliki fungsi yang sangat penting dimana Gamelan Gong Gede biasanya dipergunakan untuk menyajikan komposisi gending-gending instrumental klasik yang biasanya disajikan berkaitan dengan pelaksanaan upacara-upacara keagamaan oleh umat Hindu di Bali, yang dilaksanakan di pura-pura, di sanggah/pamerajan (tempat suci keluarga), di banjar-banjar, atau di tempat lain yang memerlukan sajian tabuh-tabuh lelambatan klasik sebagai pengiring upacara yang mereka laksanakan. Disamping itu gamelan ini juga dapat dipergunakan untuk mengiringi tari-tarian klasik seperti Baris, Rejang dan Topeng. Tabuh-tabuh lelambatan yang ditampilkan dengan gamelan Gong Gede dikenal sebagai suatu bentuk komposisi klasik atau sering diistilahkan dengan tabuh-tabuh Kekunan (kuno) yaitu tebuh-tabuh yang sudah ada dan diwarisi secara turun-temurun dari beberapa generasi terdahulu.
Mari lestarikan adat dan budaya adi luhung warisan nenek moyang kita.
Komentar
Posting Komentar