Langsung ke konten utama

Makna Lagu Bali Semut-Semut Api

Semut Semut Api dan akibatnya. 

Satu lagi lagu Bali yg sederhana penuh makna tersembunyi :


1. Semut Semut Api.

2. Kije Ambain Mulih.

3. Tembok Bolong.

4. Saling Atat, Saling Pentil.

5. Ketipat Nasi Pasil.

6. Bene Dong Kaaang Kipe.

7. Enjok Enjok Cunguh Besil. 


1. *Semut Semut Api*.

Adalah menggambarkan mereka ( sekelompok masyarakat )  yg meradang menyimpan dendam amarah di dalam diri. 


2. *Kije Ambain Mulih*

Kemarahan membuat  mereka menjadi buta hati tidak tahu jalan pulang. Pulang kemana ?

Pulang ke rumah sejati yaitu ke pada hati nurani.

Ke rumah dimana kemurnian obyektifitas bersemayam.

Kepada rumah kebijaksanaan  yg ada di dalam diri.

Mereka kehilangan rasionalitas. 


3. *Tembok Bolong*.

Tembok dimaksudkan benteng  yg selama ini menjaga hidup kita, telah  roboh akibat kemarahan. Tembok tersebut adalah rasa kedamaian, rasa ketenangan, rasa nyaman.

Begitulah mereka sekelompok masyarakat yg menyimpan amarah dendam akan kehilangan rasa damai dan ketenangan. 


4. *Saling Atat Saling Pentil*.

Akibatnya  kehidupan soaialnya  menjadi sensitif, vulnerable, gampang di provokasi, gampang dipicu, gampang diadu domba. Selalu saling hujat, saling hina, saling hoax dsb. Kelompok masyarakat ini menjadi mudah curiga  dan parno. 


5. *Ketipat Nasi Pasil*.

Mereka yg pikirannya tertambat oleh rasa permusuhan, amarah dan dendam tidak bisa lagi berkonsentrasi kepada pekerjaan dan tugas utama kehidupan.

Sehingga sawah ladang tidak tergarap, hal hasil  income keluarga akan berkurang dan anak istri kelaparan.

Sudah pasti akan jatuh miskin. 


6. *Bene Dong*, *Kaang Kipe* .

Bene Dong artinya inilah penyebabnya.  

Kaang Kipa artinya adalah kaki yg lumpuh bengkak merah meradang. 

Artinya situasi seperti ini membuat kita tidak mampu lagi berjalan cepat untuk mengejar  kemajuan suatu masyarakat  atau kamajuan bangsa. Artinya kita akan tetap menjadi masyarakat yg mundur, terkebelakang dibanding bangsa2 lain. 


Jadi lagu ini memberi pesan penting, janganlah kita gampang untuk dipancing kemarahan, gampang dikotak kotakan, di provokasi dan di adu domba karena hal itu hanya akan membawa kemunduran. Dan akan ada oknum yg memperoleh keuntungan dari kemunduran kita yaitu mereka yg sengaja mengcreate atau  menciptakkan pengkotakan permusuhan itu.

Yg untung mereka yg  sengaja menciptakan management konflik

Kita sebagai bangsa yg cerdas harus tetap waspada, jangan mudah dibuat menjadi Semut Semut Api. 


7. *Enjok Enjok Cunguh Besil* 

Enjok Enjok artinya tentu hidup kita menjadi bangsa yg  menderita, miskin, bodoh dan sakit sakitan. 

Cunguh Besil artinya wajah wajah kita akan tampak seperti monster karena dipenuhi rasa amarah, kecewa , sakit hati , rasa bersalah dan penderitaan.

Penyesalan kemudian tidak ada gunanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sosok Bapak Sugi Lanus, ahli Filologi, pakar Lontar & ahli Sansekerta di Indonesia

Berpedoman Lontar Jawa Kuno Memperjuangkan Hindu Secara Nasional Tulisan Bapak Sugi Lanus, ahli Filologi, pakar Lontar & ahli Sansekerta di Indonesia Semoga bermanfaat karena berbagi kebaikan takkan pernah merugi dan selalu beruntung. Belajar sejarah itu selalu menarik...termasuk memahami perjalanan Hindu Bali Terimakasih untuk Bapak Sugi Lanus atas kejernihan tulisannya dengan database histori yang kuat.ЁЯЩПЁЯЩПЁЯЩП BERPEDOMAN LONTAR JAWA KUNO MEMPERJUANGKAN HINDU SECARA NASIONAL Tulisan di bawah ditulis oleh seorang pakar restorasi lontar, budayawan dan sangat baik untuk dibaca bagi penyuka sejarah dan pencari kebenaran... Berdasar pada sumber sejarah valid dan bukan katanya-katanya. ====================================== by Sugi Lanus September 1, 2020 — Catatan Harian Sugi Lanus, Anggar Kasih Julungwangi, 1 September 2020 Saya menulis ini untuk sekedar pembuka ingatan kembali, bahwa generasi kakek atau buyut sebelum kemerdekaan menjadi Hindu di Jawa, Lombok, dan Bali, mereka berkit...

Wirama Rajani/Mandamalon

  ᭛см▓᭄смвᬸсмвᬶсмжᬶсмнсмвсмж᭄смвᬸсмоᬸсм▓᭄см▓ᬶсмжсм│ᬸсмнсмж᭄смзсмнсмлᬵᬃсмгсм░ᬶсмп᭞ смЕсмжсмУᬸсм│ᬸсмпᬸсм▓᭄смУсмвᭀсмжсмкᬶсмлсмвсмж᭄смв᭄смвсмв᭄смлᬸсмж᭄смвсмУсмйᬾᬄ᭞ см│смжсмзсмЧсмжᬸсмХ᭄смнсм│смЧ᭄смУ᭄смпсмШсмдᬸсм░смУ᭄смвᬶсмпᬶсмжᬶсмл᭄смйсм░смн᭞ смзсм░ᬸсмзсмвᬶсм░ᬵсм▓᭄смв᭄смнсмУсм▓᭄смвᬸсмзсмЧсмнсмж᭄сммсмжᬶсм│смж᭄смпᬸсмосмвᬶ᭛ Stutinira tan tulus sinahuran param─Бrс╣нa ┼Ъiwa, Anaku huwus katon abimantanta temunta kabeh, Hana panganugrahangkwa Cadu┼Ыakti winimba ┼Ыara, Pa┼Ыupati ┼Ы─Бstra kastu pangaranya nihan wulati. смпᬸсмпᬸсм▓ᬶсмнсм▓ᬂсм│᭄сммсмЧᬶсм░᭄смпсмнсмлᬶсмЪᬶсмо᭄смвсмЧсмзᬸсмм᭄‌смнᬶсмвсмЧсмж᭄᭞ смпсмпсмЧсм░смнᬶсмнсмУᬵсмвсмнсмлсмЧᬶсмб᭄смеᬶсмвсмУᭂсмж᭄смпсмнсммᬂ᭞ смвᬶсмжсмнᬶсмлсм▓ᬂсмесмжсмЬ᭄смЪсммсмвᬶсмУᬂсм░смнсм▓ᬹсмУ᭄см▒᭄смлсмвᬶсмУ᭞ смЧсмжсмосм░смнᬶсмнсм▓ᬵсмв᭄смлсмУсмосмпсмж᭄смпсмнсммᬂсмпᭂсмУсм▓смж᭄᭛ Wuwus ira Sanghyang I┼Ыwara mijil tang apuy ri tangan, Wawang asar─йra k─Бtara mangindhitak─Ыn warayang, Tinarima Sang Dhana├▒jaya tikang sara s┼лksma tika, Nganala sar─лra s─Бtmaka lawan warayang wekasan. смУᬺсмвсмпсмнсм▓ᬂсмесмжсмЬ᭄смЪсммсмлсмжᭂсмл᭄смйсм│смвᬶсмзᬺсмбсмв᭞ смзᬶсмжᬶсм▓смоᬶсмжсмж᭄смосмнсм▓᭄смлсмУᬸсмЭсмвсмж᭄см│смжсмУсмосм│смоᬄ᭞ смпᬶсмжсмнсмпсмнᬄсм▓ᬶсмнᬾсмЧсмЪᬶсмдсмжᬸᬃсмесмнсм░см▓᭄смв᭄смнсмУсмйᭂᬄ᭞ смУᬺсмвсм▓смлсммсмзᬺсммᭀсмХсмдсмдᬶсм▓ᬹсмУ᭄см▒᭄смлсмксмЭсмнсм░ᬶсмп᭛ Kretawara Sang Dana├▒jaya manembah hati praс╣Зata, Pinisalinan laras maku╚Ыa tan hana kalah alah, Winara warah sir├йng aji danur dhara s─Бstra kabeh, Kr─Ыta samayang prayoga dadi s┼лksma Bhat─Бra ├Зiwa. см▓см│см▓ᬸ...

Babad Brahmana Keling

Babad Brahmana Keling atau Purana Pura Gunungsari Babad Brahmana Keling terdiri atas 11 lembar GG lontar. Babad itu bercerita tentang kisah perjalanan Brahmana Keling ketika beliau meninggalkan gunung Bromo pergi ke Bali untuk bertemu dengan kerabatnya yaitu Dalem Watur Enggong yang menjadi raja Gelgel. Sesampainya beliau di Gelgel beliau tidak bisa menemukan raja karena raja Gelgel sedang berada di Besakih. Keberadaan raja Gelgel di Besakih dalam rangka melaksanakan yadnya Nangluk Merana. Karena Brahmana Keling tidak bisa bertemu dengan raja Gelgel maka beliaupun pergi menuju Besakih.  Ketika sampai di Besakih Brahmana Keling memberitahu rakyat Besakih bahwa kedatangan beliau hanya ingin bertemu dengan raja Gelgel karena beliau masih terhitung kerabatnya. Rakyat yang ditanyai beliau segera melaporkan kepada patih Agung bahwa ada seorang gila yang mencari sang raja. Patih Agung segera menemuinya dan melihatnya. Dalam pikiran patih Agung tidak mungkin raja memiliki keluarga gila. Be...