Langsung ke konten utama

Postingan

Pura Rsi di Nyambu Dibangun di Atas Tapak Kaki Dang Hyang Nirartha

Pura Rsi di Nyambu Dibangun di Atas  Tapak Kaki Dang Hyang Nirartha KAKI : Monumen tapak kaki dibuat sebagai pengingat bahwa pura ini berdiri di atas tapak kaki Dang Hyang Nirartha. (AGUS SUECA MERTA/BALI EXPRESS) Sejumlah pura dibangun di Bali, erat kaitannya dengan perjalanan Dang Hyang Nirartha yang menyinggahi sejumlah tempat. Salah satunya adalah Pura Rsi di Banjar Mundeh, Desa Nyambu, Kediri, Tabanan. Bagaimana kisah pura kala  Dharma Yatra pendeta asal Majapahit  pada masa Dalem Waturenggong ini? Pura Rsi terletak sekitar 300 meter sebelah timur Kantor Desa Nyambu, erat kaitannya dengan kisah Dang Hyang Nirartha di Bali. Hingga kini,arsitektur kuno palinggihnya  dipertahankan. Pemangku Pura Rsi, Jro Mangku I Wayan Jagra, 72, menerangkan bahwa pura ini berstatus Dang Kahyangan. Dang Kahyangan adalah tempat suci yang dibangun untuk mengenang jasa pimpinan umat Hindu yang pernah datang ke Bali, seperti Rsi Markendya, Dang Hyang Nirartha, dan lainnya.  "Jadi,...

Nusantara Tidak Pernah Dikalahkan

Nusantara Tidak Pernah Dikalahkan (dikutip dari WAG Ikatan Hindu Nusantara) by Agus Budiyono, Alumni Massachusetts Institute of Technology disampaikan dalam Seminar Nasional "Literasi Sains untuk Membumikan Nilai-nilai Pancasila" Solo, 19 Agustus 2019 Saya menghabiskan sebagian besar usia dewasa saya di luar nusantara. Saya pernah tinggal di Amerika (Cambridge, Boston, Nashua, Columbus),Eropa (Assen),Australia (Melbourne) dan Timur Jauh (Seoul). Kemanapun saya pergi saya bangga menjadi orang Indonesia. Sangat bangga. Saya datang dari bangsa yang kaya raya. Nenek moyang sayalah yang dulu menyelamatkan bangsa Eropa dari ancaman kepunahan dan membiayai transformasi masyarakat mereka untuk keluar dari abad kegelapan. Eropa tahun 1200an adalah daratan yang terkebelakang. Lima ratusan tahun kemudian, pun dengan episode Renaissance tahun 1400-1700an, nasib mereka tidak berubah banyak. Sampai tahun 1694, Eropa masih didera wabah kelaparan. Menurut catatan pegawai di kota Beauvais, wa...

Pasraman anda ingin dibantu, ikuti panduan dari Ditjen Bimas Hindu

Halo Sobat Bimas Hindu! Tahun 2021 ada 110 Pasraman Hindu di 20 provinsi yang dibantu Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI dengan total anggaran Rp 15,2 Milyar. Pasraman anda ingin dibantu juga? Ayo daftarkan Pasraman Hindu melalui layanan bantuan Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI. Simak syarat dan prosedurnya berikut ini. Untuk layanan digital informasi lebih lanjut, langsung saja hubungi Whatsapp 0811878076 Persuratan dan berkas 0811878096 Tunggu apalagi, mari berkolaborasi dalam memajukan Pasraman-Pasraman Hindu di Indonesia Yuk ikuti terus informasi Bimas Hindu melalui kanal media sosial  Sumber: IG Ditjen Bimas Hindu  https://www.instagram.com/p/CTrb7lwpnwK/?utm_medium=copy_link

ENAM TOKOH SUCI DALAM PERKEMBANGAN AGAMA HINDU DI BALI

ENAM TOKOH SUCI DALAM PERKEMBANGAN AGAMA HINDU DI BALI 1. DANGHYANG MARKANDEYA Pada abad ke-8 beliau mendapat pencerahan di Gunung Di Hyang (sekarang Dieng, Jawa Tengah) bahwa bangunan palinggih di Tolangkir (sekarang Besakih) harus ditanami panca datu yang terdiri dari unsur-unsur emas, perak, tembaga, besi, dan permata mirah. Setelah menetap di Taro, Tegal lalang - Gianyar, beliau memantapkan ajaran Siwa Sidhanta kepada para pengikutnya dalam bentuk ritual: Surya sewana, Bebali (Banten), dan Pecaruan. Karena semua ritual menggunakan banten atau bebali maka ketika itu agama ini dinamakan Agama Bali. Daerah tempat tinggal beliau dinamakan Bali. Jadi yang bernama Bali mula-mula hanya daerah Taro saja, namun kemudian pulau ini dinamakan Bali karena penduduk di seluruh pulau melaksanakan ajaran Siwa Sidanta menurut petunjuk-petunjuk Danghyang Markandeya yang menggunakan bebali atau banten. Selain Besakih, beliau juga membangun pura-pura Sad Kahyangan lainnya yaitu : Batur, Sukawana, Batuk...

Nama-nama Pura se-Jabodebabek

 Nama-nama Pura se-Jabodetabek 1. *Pura Dalem Purnajati;*       Tanjung Puri,     Tanjung Priuk.      Pujawali:      Hari Raya Kuningan      2. *Pura Segara; Cilincing,*     Jakut     Pujawali:      Purnama Sasih Kenem 3. *Pura Chandra Prabha;*     Jelambar, Jakbar     Pujawali:       Purnama Sasih Kedasa 4. *Pura Agung Wira Satya*     Bhuana; T. Abang     Jakpus.     Pujawali:      Purnama Kesanga. 5. *Pura Aditya Jaya*  Rawamangun, Jaktim     Pujawali:      Hari Raya Saraswati 6. *Pura Mustika Dharma;*     Cijantung, Jaktim     Pujawali:      Hari Raya Galungan 7. *Pura Agung Taman Sari;*  Halim PK, Jaktim     Pujawali:      Purnama Jiyestha 8. *Pura Penataran Agung Kerta Bumi*;  TMII, ...

10 Tips Meditasi untuk Membantu Anda Berpikir Lebih Besar

Meditasi teratur akan bermanfaat bagi pikiran, hati, dan tubuh Anda. Hidup sebagai pengusaha ataupun karyawan mungkin cukup mebuat kita sangat sibuk dengan segala urusan pekerjaan maupun urusan pribadi dan keluarga sehari-hari. Stres dan kecemasan tidak dapat dihindari ketika ada pekerjaan yang harus diselesaikan, bertemu dengan banyak orang, pekerjaan dan bisnis yang harus dikerjakan. Itulah mengapa memprioritaskan kesehatan mental dan fokus pada strategi untuk tetap tenang, fokus, dan antusias sangat penting. Tapi bagaimana Anda melakukannya? Meditasi adalah kuncinya. Meditasi adalah aktivitas menyendiri di mana Anda duduk dengan tenang untuk waktu beberapa lama dan mencoba menjernihkan pikiran, mengontrol pernapasan, dan memusatkan pikiran. Anda akan lebih mampu menangani tugas Anda, menyelesaikan lebih banyak, dan mengembangkan bisnis Anda setelah Anda memposisikan pikiran Anda di tempat yang benar. Meditasi dapat membantu dalam pengembangan kreativitas dan kecerdasan. Latihan medi...

Kesabaran hati, sebuah renungan kehidupan (Kutipan Lontar Sarasamuscaya)

Sloka 92 Segala sesuatu yang ada di bumi ini adalah milik dari orang sabar, demikian juga apa yang ada di jagat raya ini adalah juga milik orang yang berhati sabar. Hanya dengan kesabaranlah keberhasilan itu dapat diperoleh, mereka yang sabar dipuji dan dihormati di bumi, apabila mereka mati surgalah ganjarannya. Sloka 93 Kekayaan utama adalah kesabaran hati, apa gunanya emas permata dibandingkan dengan kesabaran, sebab hanya kesabaran saja yang bisa menasehati orang dari kesesatannya, sedangkan emas dan permata hanyalah bagian dari bongkahan-bongkahan tanah yang membisu. Sloka 94 Mustahil ada persahabatan tanpa kesabaran hati, yang ada pastilah kemurkaan, marah dan dendam, maka dari itu pupuklah terus kesabaran di dalam hati masing-masing. Sloka 95 Seorang manusia sejati dan berbudi luhur keadaannya bagaikan seekor ular yang membuang kulitnya, demikian pulalah orang yang sabar senantiasa meninggalkan kemarahan dari dalam hatinya. #Sarasamuscaya #Hindu #Nusantara