Langsung ke konten utama

Postingan

Tri Aksara

Dharmawacana Skadrstya (Wejangan Sekilas) Om Swastyastu. "TRI AKSARA" Oleh I Ketut Subagiasta IAHN-TP Palangka Raya.      Hari Budha Pon Pujut, Penanggal Kutus Sasih Kasa Warsa Saka 1944. Sedharma, Para Pinandita sekalian, semoga sami sehat rahayu bahagia dan sejahtra. Sanian saat ini dengan topik Tri Aksara. Secara filosofis Tri Aksara artinya tiga aksara atau tiga huruf dalam agama Hindu.  Tiga aksara tersebut, antara lain aksara atau huruf: A, U, M. Sering juga dituliskan dengan anuswara ng, sering ditulis Ang, Ung, dan Mang. Huruf A, U, dan M atau Ang,  Ung, dan Mang setelah disandikan atau disatukan atau digabungkan menjadi satu, yakni: A+U+M=AUM atau A+U=O, selanjutnya O+M= OM, Sedangkan aksara ANG+UNG+MANG=ONG. Aksara OM atau ONG inilah disebut dengan Aksara Pranawa. Secara filosofis aksara Pranama berupa OM atau ONG inilah sebagai Aksara Suci atau sebagai Aksara untuk mengawali penyebutan nama Tuhan Yang Maha Esa atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa, atau sebu...

LONTAR SAIVA SIDDHANTA TERTUA

LONTAR SAIVA SIDDHANTA TERTUA Ini adalah salah satu manuskrip LONTAR Sansekerta tertua, bertahun 828 Masehi, ditemukan di Nepal, sekarang disimpan di Cambridge University Library.  LONTAR ini berisi ajaran Hindu, lebih khusus yang terkait Siwa, Saiva Siddhanta, sebuah ajaran Tantra Esoterik, berisi beberapa ayat Yajurveda. Menarik untuk membandingkan Saiva Siddhanta di Bali dan Nepal. Tulisan di bawah ini sedikit bercerita tentang Hindu di Nepal, negeri ditemukannya manuskrip tersebut. ----------((((()))))))------------ *HINDU BALI LEBIH MIRIP HINDU NEPAL* — _Catatan Harian Sugi Lanus, 2 Juni 2022._ Oleh *Sugi Lanus* Saya sepakat 1000% dengan pendapat yang mengatakan bahwa praktek beragama dan ritual Hindu Bali ya Hindu Bali, berbeda dengan Hindu di India.  Tetapi, jika ada pertanyaan kenapa Hindu Bali berbeda dengan Hindu India? Saya akan mengajak si penanya untuk “jalan-jalan” ke Nepal. _*Kenapa ke Nepal?*_ Dengan membandingkan Hindu di Nepal dan Hindu di India, kita akan pa...

PERCAKAPAN YUDISTIRA DENGAN DEWA YAMA

PERCAKAPAN YUDISTIRA DENGAN DEWA YAMA (DEWA DHARMA/KEMATIAN).  Dewa Yama : “Apa yang menyelamatkan manusia dari mara bahaya?” Yudhistira : “Keberanianlah yang menyelamatkan manusia dari mara bahaya.” Dewa Yama : “Ilmu apakah yang bisa membuat manusia bijaksana?” Yudhistira : “Untuk menjadi bijaksana, tidak cukup hanya dengan membaca kitab-kitab. Dengan bergaul dengan orang-orang bijak, orang bisa mendapatkan kebijaksanaan.” Dewa Yama : “Apakah yang lebih mulia dan lebih menghidupi manusia daripada bumi ini?” Yudhistira : “Ibu, yang melahirkan dan membesarkan anak-anaknya lebih mulia dan memberikan kehidupan yang lebih besar daripada bumi ini.” Dewa Yama : “Apakah yang lebih tinggi daripada langit?” Yudhistira : “Bapak.” Dewa Yama : “Apakah yang lebih cepat daripada angin?” Yudhistira : “Pikiran.” Dewa Yama : “Apakah yang lebih berbahaya daripada jerami kering pada musim panas?” Yudhistira : “Hati yang dilanda duka nestapa.” Dewa Yama : “Apakah yang menemani seorang pengembara?” Yud...

HINDU BALI MURNI DARI BALI?

*HINDU BALI MURNI DARI BALI?* — _Catatan Harian Sugi Lanus, 27 Mei 2022._   Oleh *Sugi Lanus* 1. Ada kabar yang mengatakan terdapat sekelompok masyarakat Bali yang berkeyakinan (berspekulasi) bahwa ajaran Hindu Bali adalah *ORIGINAL* atau “murni Bali”. Kepada kelompok ini perlu diajukan beberapa pertanyaan yang sekiranya perlu direnungkan dan pelajari sebelum dijawab: — *Mpu Kuturan* yang dipercaya sebagai pembawa ajaran dan peletak dasar kahyangan tiga di Bali berasal dari mana? — *Sapta Rsi* yang diakui sebagai leluhur Gotra Pasek berasal dari mana? — *Dang Hyang Nirartha* yang menjadi tokoh restorasi besar keagamaan Hindu Bali berasal dari mana? — *Dang Hyang Astapaka* yang secara teks diakui sebagai pewaris silsilah DIKSA BUDDHA-MAHAYANA di Bali berasal dari mana? 2. Semua lontar-lontar yang menyebutkan *MPU KUTURAN*, dengan sangat jelas memberi informasi bahwa Mpu Kuturan berasal dari Maspait atau Maospait, Jawa — harap dibedakan antara Maospait/ Maspait dan Majapahit. Mpu Kut...

Lontar Raja Bherawa

Raja Bherawa (Gedong Kirtya Singaraja) Panjang 48 cm, lebar 3,5 cm, jumlah 14 lembar No. IIIb/1429/41/kawisesan/ Turunan dari lontar milik Dewa Made Karang, dari Banjar Pule, Bangli, diturun oleh I Gde Minten (?) dari Banjar Dangin Peken, Singaraja 1b. Om Awighnamastu nama sidem. Nyan tegesing sang adiguru, hyang sinuhun, hyang raja bhirawa, ngaran, ring sisyan hyang iswara, hyang brahma, hyang ludra, hyang mahadewa, hyang sangkara, hyang wisnu, hyang sambhu, hyang siwa, hyang bayu, hyang acinya, ring sisyan hyang iswara, hyang maheswara, hyang brahma, hyang ludra, hyang mahadewa, hyang sangkara, hyang wisnu, hyang siwa, hyang bayu, hyang acintya, ngaran, lingira sang sinuhun, ring sisyan ida, duk tanana paran-paran, tanana sor, tanana luhur, tanana prethiwi, tanana akasa, tanana wetan kidul, kulon, lor, tanana manusa, tanana bhatara, tanana surya, tanana hulan, lintang tranggana, tanana bayu, tanana toya, tananagni, tanana rahina wengi, tanana sagara danu, tanana sarwa tumuwuh, tanana...

Jenis Pemangku

 JENIS PAMANGKU  Menurut Lontar Raja Purana Gama. Ekajati yang tergolong pamangku dibedakan jenisnya, sesuai dengan tempat dan kedudukannya, dimana beliau ini melaksanakan tugasnya, yaitu:  1. Pamangku Kahyangan (Pemangku Kusuma Dewa) Pamangku Kahyangan adalah Pamangku yang bertugas pada Kahyangan yang meliputi Kahyangan Tiga, Kahyangan Jagat maupun Sad Kahyangan. Masing-¬masing pura ini memiliki seorang atau lebih Pamangku pemucuk dan mengemban tugas dan bertanggung jawab terhadap segala kegiatan pada pura yang, diemongnya. Selain itu memahami tentang keberadaan pura serta upacara dan upakara yang semestinya dilaksanakan. Pemangku tersebut sering juga disebut Mangku Gde/Mangku Pemucuk. Seperti Pemangku Desa, Dalem, Puseh serta sesungsungan desa lainnya, Kahyangan Jagat serta. Dangkahyangan.  2. Pamangku Pamongomong (Pembantu Pemangku Kusuma Dewa) Pamangku Pamongmomg juga disebut dengan sebutan Jro Bayan, atau dengan sebutan Mangku alit, yang memiliki tugas sebagai p...