Langsung ke konten utama

Postingan

Manfaat Kesehatan Surya Namaskara

Manfaat Kesehatan Surya Namaskara Jika Anda mencari cara sederhana dan menyenangkan untuk memulai hari Anda yang memberikan beragam manfaat kesehatan, pertimbangkan untuk berlatih Surya Namaskara. Surya Namaskara adalah urutan khusus dari postur dan nyanyian yoga yang bersama-sama membentuk trandisi Penghormatan kepada Dewa Surya. Surya Namaskara berasal dari pemujaan Hindu terhadap Dewa Matahari, dan telah dipraktikkan di India selama ribuan tahun. Ada dua belas pose dalam seri Surya Namaskara, dan satu putaran penuh terdiri dari melakukan dua set seri ini. Selama set kedua, praktisi memindahkan kaki yang berlawanan dari yang terlibat dalam gerakan selama set pertama. Apakah Anda rutin berlatih yoga atau tidak, Anda dapat menikmati manfaat kesehatannya. Dilakukan dengan benar, ini adalah serangkaian pose yoga yang benar-benar aman yang tidak akan menyebabkan ketegangan atau cedera. Anda akan merasakan manfaat kesehatan dengan berlatih Surya Namaskara hanya sekali sehari, tetapi Anda j...

Om Swastyastu dan Swastika

Om Swastyastu dan Swastika  Percakapan Rsi Dharmakirti dengan Sang Suyasa Maka tersebutlah seorang Guru Suci bernama Rsi Dharmakirti tinggal di Asrama Jagadhita yang terkenal pengetahuan dan laksananya dalam kebenaran yang tinggi yaitu pengetahuan suci dari Weda-Weda. Pada suatu hari datanglah sang Suyasa, seorang sisya berkunjung untuk mendapatkan pengetahuan suci dan terjadilah percakapan antara guru dan sisyanya. Sang sisya dengan sikap yang amat tertib yaitu menundukkan kepala, dengan dua tangan tercakup di dada (cakuping kara kalih) mulai matur dengan panganjali "Om Swastiyastu". Sang Guru mendengar dan menjawab dengan "Om Shanti, Shanti, Shanti" dan mempersilakan sang suyasa duduk bersila di hadapannya. Setelah keduanya duduk dan Rsi Dharmakirti menanyakan kedatangannya maka sang suyasa mulai umatur dengan cakupan tangan tetap di dada.  Umatur sang Suyasa: Oh Guru suci yang hamba muliakan, maafkanlah keberanian hamba yang datang ke hadapan guru untuk memohon p...

Sosok Bapak Sugi Lanus, ahli Filologi, pakar Lontar & ahli Sansekerta di Indonesia

Berpedoman Lontar Jawa Kuno Memperjuangkan Hindu Secara Nasional Tulisan Bapak Sugi Lanus, ahli Filologi, pakar Lontar & ahli Sansekerta di Indonesia Semoga bermanfaat karena berbagi kebaikan takkan pernah merugi dan selalu beruntung. Belajar sejarah itu selalu menarik...termasuk memahami perjalanan Hindu Bali Terimakasih untuk Bapak Sugi Lanus atas kejernihan tulisannya dengan database histori yang kuat.🙏🙏🙏 BERPEDOMAN LONTAR JAWA KUNO MEMPERJUANGKAN HINDU SECARA NASIONAL Tulisan di bawah ditulis oleh seorang pakar restorasi lontar, budayawan dan sangat baik untuk dibaca bagi penyuka sejarah dan pencari kebenaran... Berdasar pada sumber sejarah valid dan bukan katanya-katanya. ====================================== by Sugi Lanus September 1, 2020 — Catatan Harian Sugi Lanus, Anggar Kasih Julungwangi, 1 September 2020 Saya menulis ini untuk sekedar pembuka ingatan kembali, bahwa generasi kakek atau buyut sebelum kemerdekaan menjadi Hindu di Jawa, Lombok, dan Bali, mereka berkit...

Keutamaan Mantram Gayatri

Video Alunan Indah Mantra Gayatri Umat Hindu Kaharingan Mantra Gayatr i pertama kali dicatat dalam Rig Veda dan ditulis dalam bahasa Sansekerta sekitar 2500 hingga 3500 tahun yang lalu. Mantra Gayatri terdiri dari dua puluh empat suku kata yang disusun dalam rangkap tiga dari delapan suku kata. Melafalkan Mantra Gayatri tidak hanya memberikan kesucian kepada pelantun tetapi juga pendengarnya. Oṃ bhūr bhuvaḥ svaḥ Tat savitur vareṇyaṃ Bhargo devasya dhīmahi Dhiyo yo naḥ pracodayāt – Rigveda 3.62.10 Arti: Ya Tuhan Pencipta tiga loka ini,  Engkaulah sumber segala cahaya,  Engkau sumber kehidupan,  Pancarkanlah pada budhi nurani ini sinar-Mu yang maha suci. Original Text: https://en.wikipedia.org/wiki/Gayatri_Mantra,  Translation: https://dharmadana.id/manfaat-mantra-gayatri/ 1. Mengapa Mantra Gayatri Dilantunkan? Diyakini bahwa dengan mengucapkan mantra Gayatri, Anda mencapai kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup Anda. Dengan melantunkan Mantra Gayatri secara teratur, s...

Mengenal Tabuh Lelambatan Bali

  Pengertian Tabuh Lelambatan Klasik Pegongan  Pengertian Lelambatan berasal dari kata Lambat yang berarti pelan yang mendapat awalan Le dan akhiran an kemudian menjadi Lelambatan yang berarti komposisi lagu yang  dimainkan dengan tempo dan irama yang lambat/pelan. Tambahan kata Pegongan pada bagian  belakang kata Lelambatan sebagai penegasan pengertian bahwa gending-gending lelambatan  klasik pagongan adalah merupakan repertoar dari gending-gending yang dimainkan dengan  memakai barungan gamelan Gong. Gamelan Gong yang dimaksud adalah gamelan-gamelan  yang tergolong dalam kelompok barungan yang memiliki Patutan Gong. Patutan adalah  merupakan istilah yang dipergunakan untuk menyebutkan tangga nada (laras) gamelan Bali yang  mempergunakan laras pelog 5 (lima) nada. Dari uraian di atas, dapat ditarik suatu pengertian bahwa Tabuh Lelambatan Pagongan adalah suatu bentuk komposisi tetabuhan klasik yang mempergunakan gamelan yang berlaras pelog li...

Mengenal Sosok Novi Surya Endah Tri Budiati, Spesialis Pencipta Lagu Rohani Hindu

  Novi Surya Endah Tri Budiati, Spesialis Pencipta Lagu Rohani Hindu SOSOK pencipta sekaligus pelantun lagu rohani Hindu, Novi Surya Endah Tri Budiati bisa jadi tak banyak yang mengenal. Tapi jika lagu 'Om Shanti' yang dinyanyikan dengan suara lirih menyentuh kalbu, dengan iringan gitar dan suling oleh grup Palawara Music Company mungkin se-Indonesia sudah hafal. Minimal pernah mendengar lewat Youtube. Liriknya cukup sederhana, seperti ini : 'Om Shanti, Shanti, Shanti, Om. Brahma Wisnu Maheswara, Kau-lah kekuatan dunia. Berkahilah, cinta kasih-Mu, agar bahagia hidupku. Biarkanlah Kau di hatiku, agar bahagia hidupku. Semua yang kuucap, kudengar dan kubuat dari dosa. Bimbinglah kami dari kegelapan, kebodohan dan karma. Tak habis ku berdoa tak henti memuja nama-Mu. Om Shanti, Shanti, Shanti, Om'. Dara manis kelahiran Palembang, 6 November 1989 ini memang menyukai segala bentuk kesenian. Mulai dari seni tari, seni rupa dan seni vokal. Namun yang membuatnya fokus untuk berny...

Mantram Siwa Panchakshara Om Namah Shivaya

Om Namah Shivaya (Dewanagari: ॐ नमः शिवाय; Latin/IAST: Om Namaḥ Śiwāya) adalah salah satu mantra Hindu paling populer dan mantra terpenting dalam Siwaisme. Namah Siwaya memiliki arti "Om salam sujud bakti dan rasa hormat kepada Betara Siwa yang maha pengasih", atau "pemujaan kepada Dewa Siwa", atau "kesadaran universal adalah satu".  Mantra ini disebut pula dengan Siwa Panchakshara, atau disingkat Panchakshara yang berarti mantra "lima suku kata" (tidak termasuk Om) dan didedikasikan untuk Dewa Siwa. Mantra ini muncul sebagai 'Na' 'Ma' 'Śi' 'Wā' dan 'Ya' dalam Nyanyian Shri Rudram yang merupakan bagian dari Krishna Yajurveda dan juga dalam Rudrashtadhyayi yang merupakan bagian dari Shukla Yajurveda. Dalam tradisi Siwaisme Siddha dan Siwaisme Siwa Siddhanta, Namah Siwaya dianggap sebagai Pancha Bodha Tatwa Dewa Siwa dan kesatuan universal lima elemennya: Suara Na mewakili bumi (Pertiwi) Suara Ma mewakili air...